Sejarah Singkat dan Tokoh-Tokoh Pendiri Gerakan Zaman Baru – (seri 10)

Gerakan Zaman Baru pada awal mulanya muncul di masa-masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II, yakni sekitar tahun 1918-1939 M. Alice Bailey, sang pendirinya, meleburkan unsur-unsur Kristen dan Theosophy guna menciptakan Gerakan Zaman Baru yang merupakan suatu kumpulan kepercayaan utopis mengenai konsep diri manusia dan berupaya merubah tatanan dunia dengan spiritualitas insani. Steven Sutcliffe dalam analisanya mengenai sebab-sebab kemunculan aliran kepercayaan New Age Movement (NAM) atau GZB ini menyatakan bahwa individu-individu di masa antara dua perang dunia tersebut dihadapkan pada berbagai tantangan zaman yang sangat berat bagi jiwa insani. [1]

Eropa pada masa itu baru selesai menghadapi ’Perang Dunia’ di tahun 1914-18, yang telah menelan korban jiwa yang luar biasa, Inggris kehilangan 800,000 jiwa, Perancis kehilangan lebih dari 1,500,000 jiwa, dan Jerman kehilangan hampir 2 juta jiwa.[2] Baru saja manusia-manusia Eropa ini hendak menata diri dan menenangkan jiwa mereka, mereka kembali digoncangkan oleh berbagai kecemasan hebat, krisis ekonomi tahun 1929-34 telah menimbulkan pengangguran hebat di Amerika, Jerman dan Inggris[3], selain itu mereka harus mengantisipasi ancaman peperangan dan kematian serta revolusi dan diktatorisme dari orang-orang yang sangat ’maniak’ dan ’gila’ seperti Mussolini, Hitler dan Stalin, sementara gereja-gereja Kristen tradisionil cenderung hanya menyimpan doktrin usang[4] yang tidak menyentuh spiritualitas mereka dan tidak pula menyokong ketenangan jiwa mereka. Intinya, kaum Kristen pada masa itu mengalami degradasi spiritual yang hebat karena dihadapkan pada peristiwa-peristiwa hebat yang menakutkan dan mengancam eksistensi mereka sebagai manusia. Oleh sebab itu, timbullah apa yang dikatakannya sebagai ’budaya pengembaraan’ spiritual yang dijalankan oleh ’si pencari’, yang memanfaatkan sekumpulan agama-agama yang eksotik dan curahan perhatian yang lebih besar kepada pengalaman-pengalaman ’mistis’ dan ’eksplorasi’ hal-hal klenik.[5] Spiritualitas penggiran ini atau agama ’tidak-resmi’ namun populer ini secara perlahan-lahan mulai menggeser agama mapan yang berada di arus utama, yakni Kristen, atau setidaknya bagaikan parasit yang mencangkoki tanaman utamanya.

Gerakan Zaman Baru ini jelas berakar dari organisasi Masyarakat Theosophy yang dibangun oleh Helena Blavatsky, dimana Alice Bailey sang pendiri GZB sempat berguru selama beberapa waktu lamanya. Walaupun GZB cenderung enggan dikaitkan secara langsung dengan Masyarakat Theosophy, namun pada faktanya Masyarakat Theosophy memiliki pengaruh besar dalam perkembangan fenomena GZB. Orang-orang seperti Rudolf Steiner (1861-1925), Alice Bailey (1880-1949), Jiddu Krishnamurti (1895-1986), dan Dion Fortune (1890-1946), yang kesemuanya menulis tentang tema-tema Zaman Baru yang berkenaan dengan Pikiran-Tubuh-Jiwa (Mind-Body-Spirit) pada awal mulanya merupakan para penganut Theosophy, meskipun pada akhirnya mereka meninggalkan kelompok ini, kecuali Dion Fortune.[6]

Masing-masing dari para ideolog Gerakan Zaman Baru ini ternyata memiliki kecenderungan yang berbeda-beda serta latar yang berbeda-beda yang pada gilirannya menyebabkan timbulnya perbedaan dalam cara mereka mengembangkan ideology dan praktek-praktek GZB.

Bailey, sebagai seorang tokoh pendiri GZB yang paling dikenal dibandingkan rekan-rekannya, memiliki latar belakang Kristen dan bahkan disebutkan pernah menjadi misionaris di India.[7] Namun, setelah ia mengklaim telah berkomunikasi dengan seorang pemandu spiritual asal Tibet bernama Djwahl Khul, yang juga dinyatakan olehnya sebagai penulis sesungguhnya dari buku-bukunya, ia merubah interpretasinya tentang sosok Kristus menjadi lebih condong pada sosok seorang Guru paganisme ketimbang seorang pemuka agama samawi dan menyandingkan kedudukan Kristus dengan Buddha.[8] Bailey dalam segala propagandanya selalu berupaya memasukkan kepercayaan-kepercayaan Kristiani ke dalam ajaran GZB-nya atau berupaya mencari pembenaran-pembenaran bagi praktek-praktek GZB-nya dari teks-teks Kristiani tentu dengan sudut pandangnya sendiri, hal inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa pemuka agama Kristen sangat membenci aliran GZB ini.


[1] Sutcliffe, Steven, The Origins of ‘New Age’ Religion Between The Two World Wars, didalam: Kemp, Daren, and Lewis, James R. (eds.), Handbook of New Age, (Leiden-Boston: Brill, 2007), hal 55.

[2] Idem, hal. 55. dikutip oleh Sutcliffe dari Hobsbawm.

[3] Idem, hal. 55.

[4] Idem, hal. 73.

[5] Idem, hal. 51.

[6] Idem, hal 6.

[7] Idem, hal. 463.

[8] Idem, hal. 7. Lihat juga: Bailey, Alice, and Djwhal, Khul, Discipleship in the New Age, Vol. I., (Netnews Association, 1998), bagian I.

One thought on “Sejarah Singkat dan Tokoh-Tokoh Pendiri Gerakan Zaman Baru – (seri 10)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *