Aksi Solidaritas Palestina oleh Persatuan Ulama Muslimin Dunia: menyerukan Penolakan terhadap Pembatasan Waktu dan Luas masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel

 

iums1 (4)__1442122879_78.100.143.161

Pada Hari Jum’at, 11 September 2015, berlokasi di Katara Cultural Village, Doha, Qatar, pukul 08.30 waktu setempat, Persatuan Ulama Muslimin Dunia dibawah pimpinan ulama besar dunia Islam Syekh Dr. Yusuf Al Qaradawi menyerukan penolakan terhadap pembatasan waktu dan luas dari Masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel.

 

Hadir dalam aksi solidaritas Palestina ini, disamping Syekh Yusuf Qaradawi adalah Syekh Prof. Dr. Ali Quradaghi, Sekretaris Jendral Persatuan Ulama Muslimin Dunia, Prof. Dr. Ahmad Raisuni, Dr. Salman Audah, Dr. Ahmad Al-Omari, serta para ulama, pemikir dunia islam, dan duta-duta besar negeri muslim.

 

Memberi sambutan pembuka dalam aksi solidaritas ini, Sekjen Persatuan Ulama Dunia, Syekh Prof. Dr. Ali Quradaghi mengingatkan bahwa isu Palestina bukan sekedar isu kecil bagi bangsa Palestina saja, melainkan merupakan isu bagi seluruh umat muslim dunia. Tanggung jawab memerdekakan masjidil Aqsha akan terus berada di leher umat Islam sampai ia dapat terbebaskan dan kembali ke pangkuan Islam.

 

iums1 (1)__1442122926_78.100.143.161

Membahas masjid kiblat pertama umat Islam ini, beliau juga menjelaskan bahwa masjidil Aqsha merupakan sebuah indikator dari kekuatan dan juga kelemahan dari umat Islam. Ketika umat Islam kuat maka hal itu akan tercermin pada kebebasan dan kemerdekaan al Aqsha serta kedamaian umat yang hidup di tanah bersejarah itu. Melemahnya Kekhilafahan Abbasiyah, menurut beliau, telah menyebabkan jatuhnya baitul maqdis ke tangan kaum salibis. Ketika umat Islam kembali menguat dibawah pimpinan Nuruddin Zengi dan Sholahuddin Al Ayyubi, masjidil Aqsha dapat kembali ke pangkuan Islam dan umat Islam dapat hidup dalam kedamaian. Begitu pula jatuhnya Al Aqsha ke tangan zionis menjadi indikator kelemahan umat islam dan merupakan inti persoalan dari berbagai macam persoalan yang dihadapi umat.

 

Dr. Ahmad Al Omari, Ketua Komite Urusan Al Quds, dibawah Persatuan Ulama mengingatkan kaum muslimin agar tidak mengkhianati amanah-amanah yang telah dibebankan kepada mereka.

 

Beliau dalam kesempatan ini juga mewakili ulama-ulama mengutuk keras dan menolak pembatasan waktu yang diberlakukan oleh otoritas Zionis terhadap umat Islam dimana umat Islam dilarang untuk memasuki masjid pada waktu-waktu tertentu. Disamping itu telah tampak upaya Zionis Israel untuk mengelabui umat Islam dengan mengurangi luas sebenarnya dari tanah masjid Al Aqsha yang mencakup seluruh pelataran masjid.

iums1 (3)__1442123009_78.100.143.161

Imam Syekh Raid Salah dalam kesempatan telekonferens dalam aksi solidaritas ini juga mengingatkan umat Islam agar terus berjaga (ribath di jalan Allah swt.) dan keturunan-keturunan Palestina tidak akan berhenti dari menjaga dan melindungi kiblat pertama umat Islam ini.

 

Aksi solidaritas untuk Masjidil Aqsha ini ditutup dengan wejangan panjang oleh Ketua Persatuan Ulama Dunia, Syekh Dr. Al Qaradawi tentang kewajiban umat Islam terhadap kiblat umat Islam yang pertama ini.

 

Doha, Qatar

Ady C. Effendy, MA

Sekjen Asosiasi Muslim Indonesia di Qatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *