Asal Muasal Nama Zaman Baru (New Age) [1] – (Seri 09)

Kata Zaman Baru (New Age) sesungguhnya menunjuk pada suatu kepercayaan khayal atau utopis bahwa dunia sedang atau telah memasuki sebuah Zaman Aquarius. Karena para pemeluk GZB meyakini Astrologi (ilmu nujum yang menyimpan kepercayaan bahwa benda-benda langit sesungguhnya mempengaruhi berbagai hal atau peristiwa di bumi), maka mereka banyak mendasarkan ideologi mereka pada ilmu ini. Para ahli ilmu nujum atau astrologi meyakini bahwa evolusi bumi atau dunia ini menempuh siklus-siklus zaman yang berkaitan dengan tanda-tanda zodiak (bintang), yang masing-masing siklus bintang tersebut berjarak 2.160 tahun. Para pengusung GZB menyatakan bahwa kita sekarang sedang berada pada peralihan siklus zaman dari tanda bintang Pisces ke siklus zaman baru yaitu Aquarius.

Meskipun masih terdapat perbedaan pandangan antar para pengusung kepercayaan terhadap zodiak ini (termasuk golongan GZB), namun pada umumnya mereka sepakat bahwa waktu peralihan itu sangat dekat, yakni bahwa mereka meyakini umat manusia di planet bumi ini sudah mulai begerak atau telah bergerak dari tanda bintang Pisces ke tanda bintang Aquarius. Pergerakan dan peralihan zaman ini sendiri menurut ahli nujum (astrologi) ini akan menimbulkan perubahan besar dalam tabiat peradaban di bumi. Ilmu Astrologi (bedakan dengan Ilmu Astronomy), atau ilmu nujum atau studi benda-benda langit dan hubungannya dengan kejadian di bumi, diyakini oleh penganut agama paganism sebagai ‘ilmu sains’ paling kuno yang terekam sejarah dan dapat ditemukan di India, Amerika Selatan, dan Mesir. Para pengikut agama paganisme kuno mempelajari secara khusus ilmu nujum ini, sehingga tidak heran mereka menggunakan pengetahuan mereka tentang langit, termasuk benda-benda langit yang tidak terlihat dengan mata telanjang, dan catatan-catatan berusia ribuan tahun yang diwariskan dari para pengikut paganism kuno untuk meramalkan berbagai kejadian di muka bumi.

Terdapat pandangan yang mengatakan bahwa kita dapat melihat pengaruh dari budaya-budaya masa lalu dengan melihat berbagai peninggalan-peninggalan purbakala yang ada, teks kuno atau melalui kultur/ ritual yang diwariskan hingga zaman sekarang, contohnya: Sphinx di kota Giza, Mesir, yang berbentuk seperti singa (dengan kepala manusia), yang diduga oleh sebagian orang dibangun sekitar tahun 12,000 dan 6000 SM – yakni kurun zaman bintang Leo (11000-9000 SM), demikian pula ritual penyembahan terhadap kerbau menyebar luas pada kebudayaan manusia selama zaman Taurus, dan teks Perjanjian Baru, yang banyak mengisahkan tentang pengorbanan domba, yang diduga berkaitan erat dengan zaman Aries yakni sekitar tahun 2000 SM.

Beberapa pengikut agama paganism ini berspekulasi bahwa bumi telah memasuki Zaman Aquarius pada Abad ke-19, sehingga era sekarang adalah masa dimana Zaman Aquarius telah menyingsing. Beberapa orang lainnya percaya bahwa Zaman Aquarius akan dimulai pada akhir abad ke-20.

Pemahaman tentang pengaruh bintang-bintang yang tidaklah pasti melainkan lebih bersifat spekulatif telah mempersulit golongan pengikut paganism ini dalam membuat prediksi tentang keadaan masa depan manusia selama Zaman Aquarius. Namun sejak peralihan abad kemarin, transisi menuju Era Aquarius telah dipandang oleh beberapa tokoh agama paganism ini sebagai kesempatan untuk pembaharuan spiritual. Alice Ann Bailey, sebagai salah seorang pendiri GZB dengan yakin meramalkan adanya:

  • penemuan kembali spiritualitas kuno.
  • sebuah agama dunia yang menyatukan Timur dan Barat
  • Penemuan akan jiwa melalui sains
  • Kemampuan paranormal, seperti telepati, menjadi sesuatu yang normal.

Ia juga menyatakan bahwa ada tiga sains utama yang akan mendominasi era baru di muka bumi ini, ketiga sains tersebut adalah:

–          Sains Antahkarana[2]

–          Sains Meditasi

–          Sains Pelayanan[3] [4]


[1] Whitworth, Belinda, New Age Encyclopedia: a mind, body, spirit reference guide, (New Jersey: New Page Books, 2003), hal. 21-22.

[2] Definisi tentang makna sains Antahkarana ini sangatlah panjang dan rumit, namun secara ringkas menurut Alice Bailey, sains ini adalah ilmu tentang pikiran yang masih baru tetapi riil, yang akan menggunakan substansi mental untuk membangun jembatan penghubung antara kepribadian dan jiwa, dan kemudian antara jiwa dan tiga aspek spiritual. Menurut Wikipedia, istilah sansekerta dalam falsafah Hindu ini merujuk pada bagian dari pikiran manusia yang paling tinggi dan paling abstrak dan ia mungkin mencakup bagian yang paling konkrit dari pikiran.

[3]  Menurutnya pula sains pelayanan akan muncul secara alami sesudah penerapan dua sains sebelumnya, sains pelayanan tidak lain merupakan aktivitas dalam kehidupan pribadi yang dilakukan seorang pengikut setelah menguasai dua sains sebelumnya.

[4]  Bailey, Alice, and Djwhal, Khul, Education in the New Age, (Netnews Association, 1998), Bab. 3, Sub-bab: The Aquarian Age.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *