Apakah Sebenarnya Gerakan Zaman Baru Itu? -(seri 08)

 

Nama Gerakan Zaman Baru (New Age Movement)[1] mungkin terdengar samar dan tidak memberikan makna signifikan bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya. Namun bila disebutkan nama produk-produknya atau jasa layanan yang ditawarkan, seperti Self-Spirituality, New Spirituality, Mind-Body-Spirit untuk kesuksesan, forgiveness teraphy, self healing, Neurolinguistic Programing (NLP), Revolusi IQ/EQ/SQ, self-help, psikologi motivasi, kesehatan holistik, parapsikologi, hypnoparenting dan hypnotherapy, Yoga, Herbalisme, Terapi Alternatif, Penyembuhan diri, Kebugaran-Diri, Meditasi, Aromaterapi, Penyembuhan dengan Kristal, Feng Shui, Self-Hypnosis, dan lain sebagainya, maka pendengar akan langsung dapat menangkap maksud dan gambaran dari gerakan ini walaupun harus dikatakan bahwa gambaran-gambaran tersebut sangatlah parsial, samar dan tidak memperlihatkan ‘gigi taring’ sesungguhnya dari gerakan ini.

Sungguh tidaklah mudah untuk memberi definisi yang komprehensif tentang gerakan setan ini. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan Gerakan Zaman Baru tidaklah menyerupai agama-agama baru karena mereka tidak mengikat diri pada seorang pemimpin kharismatis dan tidak berupaya memisahkan diri dari dunia luar, melainkan justru melebur dengan dunia. Gerakan ini adalah jaringan yang sangat-longgar dari para individu, organisasi-organisasi, buku-buku, dan situs-situs web. Gerakan ini sulit diteliti karena mereka tidak memiliki para pendiri ataupun kitab suci baku, sebaliknya gerakan ini sangatlah tersebar, anti-otoritas, dan bersifat pribadi, meskipun beberapa komunitas kecil didalam gerakan-gerakan yang lebih luas dapat memfokuskan pada pemimpin kharismatis dan menciptakan struktur-struktur otoriter.”[2] Ideologi GZB juga tidaklah didasarkan pada sebuah filsafat keyakinan tunggal, melainkan sistem kepercayaan Zaman Baru merupakan sebuah struktur sinkretik (campur aduk, ‘gado-gado’) yang mencakup berbagai unsur yang berbeda dalam satu kesatuan. Secara sosiologis, GZB dapat dikatakan sebagai sebuah jaringan orang-orang yang sifatnya informal dan sangat longgar dimana mereka berbagi minat-minat dan kepercayaan-kepercayaan tertentu. [3]

Melihat dan memandang karakteristik GZB yang tampak demikian longgar dan tanpa ikatan tersebut serta cakupannya yang begitu luas terhadap berbagai bentuk dan model spiritualitas Barat ataupun Timur maka pembaca dapat menduga bahwa GZB ini tidaklah lebih dari sebuah penghidupan kembali secara massal falsafah-falsafah dan praktek-praktek mistis masa lalu untuk dipraktekkan di zaman modern saat ini. Untuk mengaburkan hakikat ini, GZB berupaya membius jutaan orang dengan janji-janji palsu tentang optimalisasi diri setaraf penuhanan diri, kekuatan tanpa batas, dan keabadian melalui reinkarnasi serta berbagai ungkapan-ungkapan maupun seruan-seruan kepada cinta, cahaya, kedamaian, dan persaudaraan universal.[4]

Melihat berbagai penjabaran diatas, penulis dapat menyatakan bahwa GZB adalah suatu gerakan reaktualisasi ajaran-ajaran paganisme dan satanisme kuno dengan jalan mengakomodir, menggabungkan, serta meleburkan berbagai macam ajaran-ajaran, praktek-praktek, ritual-ritual dan tradisi-tradisi baik itu bersifat keagamaan, kesehatan, kebatinan, perdukunan, ‘sains’ ataupun sihir dari segala penjuru dunia baik dari Timur ataupun Barat. Diantara konsep kepercayaan yang dileburkan tersebut adalah: atheisme, monoteisme model panteisme klasik, naturalistik dan panentheisme[5], politeisme[6] yang digabungkan dengan sains dan falsafah Gaia[7], yakni Archaeoastronomi[8], astronomi, ekologi, environmentalisme, hipotesis Gaia[9], psikologi dan fisika, sedangkan pada praktek dan falsafahnya gerakan ini mengadopsi praktek yang ada pada agama-agama besar di dunia, seperti: Budha, Tao, agama tradisional China, Kristen, Hindu, Yahudi, Sikh, agama-agama tradisional Afrika, Indian Amerika dan juga Shamanisme, Gnosticism, Neopaganism, New Thought, Spiritualism, Theosophy, Universalism, dan Esoterisme/ Batiniah Barat.[10] Dari sini terlihat bahwa GZB bertujuan untuk memformulasikan sebuah nilai spiritual yang tidak terkekang oleh batasan-batasan maupun dogma-dogma agama, yakni sebuah spiritual yang sangat inklusif, pluralistik, dan serba terbuka.


[1] Juga dikenal dengan nama-nama seperti: Zaman Aquarius, Konspirasi Aquarius, Gerakan Potensi Manusia, Gerakan Holistik, Psikologi Humanistik dan lainnya.

[2] New Age and Neo Pagan Religions in America, lihat bagian Pendahuluan hal. ix dan 14.

[3]  Rothstein, Mikael, New Age, didalam: Lewis, James R. (eds.), Encyclopedia of Contemporary Mythology, (California: ABC-CLIO, 2000), hal. 220.

[4] Inside the New Age Nightmare, hal. 78.

[5] Kepercayaan bahwa Tuhan itu ada dan bersifat pribadi, namun merasuki setiap bagian alam, berbeda dengan pantheisme. Maha Suci Allah dari khayalan-khayalan setan ini.

[6] Kepercayaan pada banyak dewa-dewi yang berkuasa di alam semesta. Maha Suci Allah dari bersekutu dengan sesuatu apapun.

[7] Diambil dari nama dewi bumi dari Yunani, falsafah ‘Gaia’ ini menyatakan bahwa organisme-organisme pada sebuah planet akan mempengaruhi tabiat lingkungannya guna menjadikan lingkungan tersebut lebih nyaman bagi kehidupan.

[8]  ilmu yang mempelajari pengaruh fenomena benda-benda langit terhadap kebudayaan manusia di bumi.

[9] Hipotesis oleh James Lovelock dan Lynn Margulis ini menyatakan bahwa organisme hidup dan benda mati di sekelilingnya di bumi adalah saling terpadu guna membangun sebuah sistem tunggal yang bekerja sendiri memelihara kondisi bagi kehidupan di planet tersebut. Jelas bahwa hipotesis ini dibuat untuk menegasikan atau menolak adanya campur tangan Pencipta Allah SWT terhadap segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi. Sehingga jelas paham ini tertolak didalam agama Islam.

[10] Wikipedia.com, New Age Movement, link: http://en.wikipedia.org/wiki/New_Age

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *