Ajaran-Ajaran Utama Didalam Gerakan Zaman Baru – (seri 13)

 

Artikel Wikipedia tetang Gerakan Zaman Baru (New Age Movement) menyatakan bahwa ajaran-ajaran sentral dari gerakan ini terpusat pada “upaya mengkompilasikan nilai-nilai ataupun tradisi-tradisi spiritual dan metafisika Timur dan Barat untuk kemudian meleburkan semuanya didalam satu kesatuan konsep dengan memanfaatkan teori-teori tentang bantuan diri (self-help) dan psikologi motivasi, kesehatan holistik, parapsikologi, penelitian tentang kesadaran dan fisika kuantum.” Lebih jauh, gerakan ini berupaya untuk memformulasikan sebuah nilai spiritual yang tidak terkekang oleh batasan-batasan maupun dogma-dogma agama, sehingga sifat-sifat inklusif dan pluralistik sangat terasa sekali dalam gerakan ini. Karakter utama lainnya dari GZB adalah bahwa gerakan ini menganut sebuah “pandangan hidup holistik”, yang oleh karenanya menekankan bahwa Pikiran, Tubuh dan Jiwa adalah saling terkait dan bahwa terdapat satu bentuk Kesatuan dan Persatuan diseluruh semesta. GZB juga mencoba untuk menciptakan “sebuah sudut pandang yang mencakup baik sains dan spiritualitas” dan oleh karenanya menganut sejumlah sains dan pseudosains.[1]

Gerakan Zaman Baru ini, sebagaimana telah diterangkan, meleburkan beragam tradisi keagamaan ataupun kepercayaan yang ada, diantaranya: atheisme dan monoteisme dalam bentuk panteisme klasik, naturalistik dan panentheism, hingga politeisme yang digabungkan dengan sains dan falsafah Gaia, yakni Archaeoastronomi, astronomi, ekologi, environmentalisme, hipotesis Gaia, psikologi dan fisika. Sedangkan pada praktek dan falsafahnya gerakan ini mengambil sumber dari agama-agama besar di dunia, seperti: Budha, Tao, agama tradisional China, Kristen, Hindu, Yahudi, Sikh dan juga Gnosticism, Neopaganism, New Thought, Spiritualism, Theosophy, Universalism, dan esoterisme Barat. [2]

Didalam buku Pendidikan didalam Gerakan Zaman Baru (Education in the New Age) yang ditulis oleh sang pendiri Alice Bailey, dinyatakan secara jelas bahwa agama atau GZB ini diperuntukkan bagi semua para pecintanya tanpa memandang latar belakang agamanya. Bailey berkata: “Para pecintanya yang sejati akan menjalani Jalan Para Pengikut meskipun harus menanggung rasa sakit dan duka, kedisiplinan, kesuksesan, kegagalan, dan kesenangan. Beberapa diantara para pecinta ini menurutnya bahkan telah menjalani Jalan Para Pengikut ini selama banyak kehidupan sebelumnya[3], beberapa diantaranya merupakan orang-orang yang baru pertama kalinya didalam kehidupan ini mencoba menempuh Jalan menuju Ketuhanan ini. Semua pengikut ini berasal dari kelompok masyarakat pada umumnya, menjalani kehidupan modern mereka di berbagai negara di seluruh dunia. Beberapa diantara mereka adalah memeluk agama Kristen Protestan ortodoks, beberapa berasal dari Katolik Roma ataupun ilmuwan Kristen dan agama-agama lainnya. Mereka tidak menganggap atau menilai bahwa label agama tertentu ataupun latar belakang agama tertentu sebagai hal yang esensial untuk mendapatkan keselamatan; melainkan mereka tahu bahwa satu-satunya hal yang esensial bagi keselamatan adalah keyakinan pada realitas spiritual dan keyakinan pada sifat ketuhanan yang esensial didalam diri manusia.”[4] Guna menyokong dan memperkuat pandangannya akan ketuhanan dalam diri manusia, ia mengutip ungkapan Kristus, yang mengatakan bahwa: “Saya adalah Jalan itu, sang Kebenaran dan sang Kehidupan”, dan menurutnya “sebagaimana kristus adalah tuhan, maka begitupula kita di dunia ini.”[5]

Didalam ajaran GZB, para pengikut ini akan dikelompokkan ke dalam tujuh macam energi yang paling sesuai dengan cahaya dirinya atau sinar ketuhanannya. Dengan mengetahui kelompok cahaya dimana ia berada, maka ia akan dapat menghindari konflik didalam kehidupannya dan dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Menurut Bailey, Tujuh Cahaya atau Aeons atau Ruh ini (dimana manusia hidup dan bergerak) berasal dari Tuhan pada waktu penciptaan dan ajaran ini dapat ditemukan didalam Bible Kristiani. Ketujuh cahaya ini menghasilkan tujuh tipe psikologi, yakni:

  1. Sinar pertama dari Kehendak atau Kekuatan. Banyak para penguasa dunia termasuk dalam sinar ini, seperti Julius Caesar.
  2. Sunar kedua dari Cinta-Kebijaksanaan. Kristus dan Buddha termasuk dalam sinar ini. Ini adalah sinar pengajaran yang agung.
  3. Sinar ketiga dari Kecerdasan Aktif. Ras manusia yang cerdas termasuk dalam sinar ini.
  4. Sinar keempat dari Keselarasan melalui Konflik. Para Pecinta. Orang-orang yang berjuang keras. Para penggiat demi kesatuan termasuk dalam sinar ini.
  5. Sinar kelima dari Pengetahuan Nyata atau Sains. Para ilmuwan dan orang-orang yang bergantung pada mental dan dikendalikan hanya oleh pikiran mereka.
  6. Sinar keenam dari Pengabdian atau Idealisme. Banyak orang-orang Kristen. Para pengikut fanatik. Berbagai pemuka agama yang tulus dari seluruh agama-agama yang ada di dunia.
  7. Sinar ketujuh dari Ordo Seremonial atau Sihir. Kelompok Mason. Para Penyandang dana. Kelompok pengusaha atau entrepreneurs dan para pengelola bermacam organisasi. Para eksekutif/ pelaksana semuanya menggunakan energi-energi dari Sinar ini didalam perlengkapan mereka.[6]

[1] Wikipedia.com, New Age Movement, link: http://en.wikipedia.org/wiki/New_Age.

[2] Idem.

[3] Dalam artian reinkarnasi (tumibal lahir)

[4] yakni penuhanan terhadap manusia itu sendiri.

[5]  Discipleship in the New Age, Vol. I., lihat bagian Kata Pengantar.

[6]  Idem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *