Catatan Perjalanan Mahasiswa PPI-Qatar selama di Istanbul Turki

 

3175

Asia kecil, disanalah terletak kota Istanbul dan tanah negeri Turki yang bersejarah. Tanah ini bukan saja menyaksikan gemilangnya peradaban Islam abad pertengahan dibawah Khilafah Islamiyah dari Dinasti Usmaniyah melainkan telah dilalui pula oleh peradaban bangsa kuno seperti Dinasti Akadia (2334-2083 SM) yang dikenal juga dengan bangsa Hittites. Mereka menamakan daratan ini sebagai “Assuwa” (atau Aswiya) di zaman Perunggu. Peradaban Romawi yang datang kemudian menyebutnya dengan “Asia” sementara Peradaban Yunani menamakannya “Anatolia”. Nama Asia Kecil (dari bahasa Yunani Mikra Asia) pertamakali disebutkan oleh sejarawan Kristen Orosius (375-418M) dalam karyanya Seven Books of History Against the Pagans tahun 400 M untuk membedakan daratan Asia lainnya dari kawasan ini yang telah diinjilkan oleh Paulus. Peradaban Bizantium abad 9M menamai dengan “East Thema” yang bermakna sederhana Wilayah Pemerintahan Timur, dan para pelaut setelah masa ini menamakan daratan ini sebagai “Levant” yang berarti “yang terbit” dikarenakan daratannya yang menanjak atau meninggi diatas permukaan laut. Di daratan ini pulalah terletak kota Troy kuno Zaman Perunggu yang disebutkan dalam kisah mitologi yunani tentang Perang Trojan yang terjadi pada abad 13SM.

 

Mendarat di Bandar Udara Istanbul Ataturk (atau bahasa Turkinya: Atatürk Uluslararası Havalimanı) Kesan pertama yang didapatkan oleh penulis adalah betapa ramainya Istanbul oleh turis-turis dari berbagai bangsa yang datang berbondong-bondong untuk menapaktilasi kota kuno ini. Di sana sini terpampang papan petunjuk ataupun iklan yang berwarna merah menyala yang memang merupakan warna khas bendera Turki. Proses aplikasi visa yang melalui aplikasi elektronik (e-visa) ataupun dibeli di tempat (on-arrival) telah menjadikan prosedur imigrasi menjadi sangat simpel dan mudah. Di bandara sendiri sudah ada pemandu yang menjemput dengan membawa tulisan nama penulis untuk segera mentransfer ke asrama mahasiswa di distrik Uskudar, Istanbul.

 

Asrama mahasiswa ini merupakan asrama dari Istanbul Sehir Universitesi yang didirikan tahun 2008 dan diresmikan oleh tiga pemimpin paling berpengaruh di Turki yaitu Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, Presiden Abdullah Gul, dan Menlu Ahmet Dovutoglu. Universitas ini adalah satu dari berbagai universitas Islam yang baru dibangun oleh pemerintahan Erdogan yang bervisi Islami dan maju ke depan untuk membangkitkan kembali semangat dunia Islam yang sempat coba dipadamkan oleh Ataturk melalui tirani sekuler yang ekstrim. Berbagai universitas ini berada dibawah institusi pemerintah Turki memberikan beasiswa pendidikan pada jenjang sarjana, pascasarjana, doktoral ataupun kuliah musim panas kepada mahasiswa asing. Kuliah musim panas sebagaimana yang diikuti penulis saat ini bertemakan sejarah, politik dan bahasa Dinasti Turki Usmani. Sebuah kesempatan tak ternilai untuk mengenal sejarah Khilafah Islamiyah yang gemilang.

Turki_perjalanan1a-2xoca7tahvmpuftrnkpt6o

Melintasi jalanan kota Istanbul kita disuguhi oleh pemandangan kiri kanan jalan yang tidak terlalu jauh berbeda mungkin dengan provinsi jawa barat. Setelah melintasi jembatan selat Bosphorus, kita bisa melihat pepohonan tertata rapi di kiri kanan jalan, juga pertokoan bertebaran di sepanjang jalan perlintasan kendaraan, dan kawasan kota yang berada di perbukitan menjadikan lintasan tanjakan dan turunan sebuah hal yang lumrah bagi pelancong.

 

Berjalan-jalan di sekitar asrama mahasiswa, dengan mudah kita menyaksikan graffiti-grafiti bendera Palestina di tembok-tembok dan disertai dengan tulisan-tulisan yang mengutuk serangan Israel ke atas palestina. Uniknya lagi ketika berjalan kaki melintasi jalanan distrik Uskudar di Istanbul. Beberapa meter dari kantor cabang AK Parti, terlihat beberapa anak kecil berseragam bebas dan memegang bendera kecil AK Parti meneriakkan slogan-slogan dukungan mereka AK PARTI RECEP TAYYIP ERDOGAN. Penulis hanya bisa memberikan hadiah jempol kepada mereka, muda-muda yang bersemangat.

Turki_perjalanan2a

Memang Turki saat ini sedang melaksanakan pemilihan Umum, sehingga tidak heran spanduk-spanduk bergambar Erdogan bertebaran di jalan-jalan. Kali ini pun menurut seorang pemandu, Erdogan yang akan menang telak karena kecintaan masyarakat terhadap dirinya yang dipandang sebagai figur yang baik dan ramah serta membawa kemajuan bagi masyarakat Turki yang selama puluhan tahun ditekan oleh rezim sekuler ekstrim.

Turki_perjalanan4a

Turki memang sedang menjadi primadona kebangkitan Islam saat ini. Program-program pendidikan, ekonomi dan pembangunan yang ditawarkan oleh Erdogan bagi masyarakat Turki maupun mahasiswa luar negeri memang terlalu indah dan manis untuk ditolak oleh masyarakat Turki yang sudah bosan dengan janji-janji muluk politik dan keterbelakangan. Maju terus Turki dengan pembangunan.

 

 

ACE, Uskudar District, Istanbul, Turki, 3 Agustus, 2014 Pkl: 11:00pm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *