Kesalahan adalah Tabiat Manusia

aldrrrb

Manusia telah ditakdirkan sebagai makhluk yang dapat berbuat kesalahan meskipun insan manusia tidak menghendakinya. Tidak seorang manusia pun yang terlepas dari kesalahan kecuali para Nabi dan Rasul a.s. yang dipelihara dan dicegah dari berbuat kesalahan. Jikalau ada insan manusia yang dapat terbebas dari kesalahan maka tentulah para sahabat ra. adalah orang-orang yang paling utama untuk terbebas dari kesalahan.
Ibnul Qoyyim ra. berkata: Bagaimana mungkin terbebas dari kesalahan sesuatu yang cenderung zalim dan bodoh? Akan tetapi barangsiapa menghitung kesalahannya yang kecil maka ia lebih dekat kepada kebenaran daripada seseorang yang menghitung sesudah kejatuhannya dalam kesalahan besar.”
Dan cukuplah bagi kita sabda Rasulullah saw, dimana beliau Rasulullah saw. bersabda: “Setiap Bani Adam berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah apabila bertaubat.” (H.R. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 7617, Shohih lighoirih)
Dari Abi Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda: “Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, jikalau tiada seorangpun diantara kalian yang berbuat dosa maka Allah swt. akan melenyapkan kalian dan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa tetapi memohon ampun kepada Allah swt dan Dia mengampuni mereka.” (H.R. Muslim No. 7141).

Dari sini kita ketahui bahwa kesalahan merupakan tabiat alamiah insan dan seseorang yang melakukan kesalahan hendaklah memperbaiki kesalahannya dan hendaknya kita mengikuti jejak Baginda Rasulullah saw. yang telah diajarkan oleh Allah swt. untuk memaafkan, dan melupakan kesalahan, sehingga manusia mencintainya dan menerima dakwahnya.

Allah swt. berfirman: “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Al Jatsiyah: 14.

Didalam ayat ini, Allah swt. memerintahkan kaum muslimin untuk memaafkan dan melupakan kesalahan orang-orang musyrik di Mekkah sebelum munculnya perintah untuk berjihad. Kesalahan yang bisa dimaafkan dari pelakunya adalah kesalahan-kesalahan didalam interaksi antar pribadi sehari-hari seperti pertemanan, bertetangga, pemberian dan lain sebagainya, sedangkan kesalahan dalam hal-hal yang prinsip tidaklah boleh dibiarkan melainkan haruslah diupayakan pencegahannya dengan cara-cara yang baik pula.

Maka dari itu, hendaklah seorang pendidik yang baik tidaklah mencap gagal pribadi-pribadi yang melakukan kesalahan dalam interaksi atau muamalah meskipun terulangnya kesalahan itu ataupun besarnya kesalahan itu. Melainkan ia harus memperlakukan mereka secara baik berangkat dari kepahamannya tentang tabiat jiwa insan manusia yang seringkali tidak tahu, lalai, dipenuhi hawa nafsu, lupa dan juga berbagai kekurangan lainnya.

Seorang pendidik yang baik juga hendaknya tetap bersikap adil dan seimbang dalam mensikapi kesalahan agar tidak menimbulkan reaksi yang kurang terpuji. Hal ini untuk mengingatkan seorang pendidik bahwa ia sebagai seorang insan manusia pun tidak lepas dari kemungkinan melakukan kesalahan serupa, sehingga hendaklah ia memperlakukan orang yang salah itu dengan kasih sayang dan tidaklah dengan menggunakan kekerasan karena tujuan yang hendak dicapai adalah perbaikan pribadi dan bukanlah hukuman.

Hal ini tidak pula berarti bahwa kita membiarkan berbagai pelaku maksiat dan dosa besar dengan beralasan bahwa mereka hanyalah insan manusia yang tabiatnya melakukan kesalahan ataupun mengatakan bahwa zaman ini penuh dengan fitnah dan cobaan sehingga membuat mereka lalai, melainkan kita hendaklah mengingkari perbuatan maksiat tersebut dan mencoba memperbaikinya dengan batasan syar’i.

Cara seorang dai dalam memperbaiki kesalahan ketika mengetahuinya adalah
Pertama: Tidak berusaha mencari-cari kesalahan seseorang sejak dari awal.
Kedua: tidak mengumumkan kesalahan bila mengetahuinya.
Ketiga: Memaafkan kesalahan kecil tersebut dan juga memperingatkan hal itu, serta berupaya mengatasinya dengan solusi yang terbaik.
Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *