Kisah Nyata Mantan Petinggi Gerakan Zaman Baru [1] – (seri 03)

 

Adalah Randall Baer seorang pemuda yang terlahir dalam keluarga dengan ekonomi kelas menengah keatas, dimana ayahnya berprofesi sebagai seorang dokter dan ibunya seorang perawat. Didikan orang tuanya didasarkan pada moral-moral Kristen yang kuat serta pendidikan formal yang cukup baik.

Tampaknya tidak ada perbedaan mencolok antara kehidupan masa kecilnya dengan anak-anak Amerika pada umumnya.

Namun ketertarikannya kepada agama dimulai ketika ia berusia sepuluh tahun dimana ia merasakan adanya kekeringan spiritual dan kebutuhan untuk mencari suatu kebenaran.

Semenjak saat itu, muncul dalam dirinya kebosanan dan kejenuhan dalam menjalani kehidupan gereja maupun pelajaran Bible yang membosankan. Randall merasa bahwa ia tidak menemukan sesuatu yang dicarinya di gereja, sehingga ia kecewa dan menemukan pelariannya dalam buku-buku di perpustakaan dimana ia berupaya mencari kebenaran dengan caranya sendiri. Buku-buku yang dibaca oleh Randall di perpustakaan telah membuka pintu cakrawala berpikirnya tentang berbagai hal yang baru.

Siaran TV bertema “Kung Fu” begitu memikat perhatiannya, sehingga seiring berjalannya waktu, ia menjadi terpikat dengan hal-hal yang berbau mistik dan juga kekuatan manusia yang eksotis. Dalam benaknya, sang jagoan Kung Fu Quai Chang Caine berhasil menunjukkan kepada jiwanya yang muda bagaimana untuk mendapatkan ketenangan dalam diri, kesatuan dengan alam semesta, dan pengendalian supernatural terhadap diri dan lingkungan kehidupan.

Kunjungannya ke toko buku semakin memperkenalkannya dengan buku-buku bertema “Agama/Filsafat” dan “Mistik”, diantaranya tentang filsafat agama Timur dan panduan praktis melakukan meditasi dan Yoga. Semenjak itu, ia mulai mempraktekkan filsafat “Semesta dalam Kesatuan”, dan mulai mempraktekkan meditasi dan yoga. Inilah titik mula dirinya bergabung dengan Gerakan Zaman Baru di usianya yang ke-15 tahun.

Dimasa-masa ini pula, Randall mulai berkenalan dengan marijuana yang menurutnya telah membuka pintu spiritual baru baginya yang membantunya menggapai tingkatan mistis dari “kesadaran yang lebih tinggi”. Ia dapat merasakan bagaimana ia bertemu dengan “Tuhan” sesudah menghisap marijuana, dimana sekeliling ruangannya menghilang dan ia terhanyut didalam kosmos yang tidak dibatasi oleh waktu. Ia pun merasa bahwa batas-batas ragawinya dan inderanya terbentang hingga ia merasa menjadi “cahaya” dan “cahaya itu menjadi dirinya”. Ia percaya bahwa ia telah mencapai titik tanpa batas dan telah bertemu “tuhan” serta menyatu dengan alam semesta. Inilah ajaran filsafat Timur tentang kesatuan yang murni dan pencerahan.

(selanjutnya )


[1] Diringkas dan disarikan dari buku: Baer, Randall N., Inside The New Age Nightmare, (1989), hal. 2-30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *