Menangislah atas segala dosa-dosamu


Jikalau jiwa insani hendak merenungi apa yang ada padanya, kemudian mengingat apa kebaikan yang diperolehnya dan keburukan yang akan dituntut atas dirinya, tentulah ia akan bersedih hati. Tidakkah patut bersedih hati insan yang sudah berbuat begitu banyak kesalahan? Siang harinya dipenuhi dengan maksiat sehingga banyaklah ia merugi dalam hidupnya, malam harinya dipenuhi pula dengan kesalahan sehingga semakin ringanlah timbangan amalnya sementara kematian yang begitu menyakitkan senantiasa mengikuti kehidupannya untuk menyudahinya.

روى ابن عمر رضي الله عنهما قال: استقبل رسول الله صلى الله عليه وسلم الحجر فاستلمه ثم وضع شفتيه عليه يبكي طويلا فالتفت فإذا هو بعمر يبكي فقال: يا عمر ههنا تسكب العبرات

                Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. yang mengisahkan: Rasulullah saw. mendatangi Hajar Aswad, mengambilnya kemudian meletakkan kedua bibirnya diatasnya seraya menangis dengan tangisan yang lama, lalu ia mengalihkan pandangan dan mendapati Umar ra. sedang menangis, sehingga beliau pun bertanya: Wahai Umar disini rupanya engkau meneteskan air matamu.

Abu Omran Al Jawni berkata: telah dikisahkan kepadaku bahwa Jibril as. datang ke hadapan Rasulullah saw. yang sedang menangis, lalu berkata: wahai Rasulullah apa yang membuatmu menangis? Maka beliau saw. berkata: apakah pula yang membuatmu menangis? Maka Jibril as. berkata: wahai Muhammad, mataku tidak pernah kering dari air mata  semenjak Allah swt. menciptakan neraka Jahannam karena rasa takutku dari bermaksiat kepada-Nya sehingga Dia melemparkanku kedalamnya.

Yazid al Riqashi berkata: sesungguhnya Allah swt. memiliki para malaikat disekeliling ‘arsy yang air matanya selalu menangis bagaikan sungai-sungai hingga hari Kiamat: mereka terguncang seakan-akan ada badai topan yang menggoncangkan mereka dikarenakan rasa takut terhadap-Nya sehingga Allah swt. bersabda kepada mereka: wahai para malaikatku apa yang membuat kalian begitu ketakutan sementara kalian adalah hamba-hambaku, lalu mereka berkata: wahai Tuhan kami kalaulah seandainya penduduk bumi menyadari keagungan-Mu dan kebesaran-Mu sebagaimana kami mengetahuinya, maka mereka tidak akan sanggup untuk menikmati makanan, minuman dan tidak pula mereka bersenang-senang melainkan mereka akan keluar menuju padang-padang pasir dan berdiam sebagaimana diamnya sapi atau hewan ternak.

Al Hasan berkata: Bapak manusia Nabi Adam as. menangis selama seratus tahun ketika diturunkan dari surga hingga mengalirlah air di lembah Serindib disebabkan air matanya, maka Allah swt. menumbuhkan dengannya sejenis pohon besar (cinnomomum) dan paprika dan menciptakan jenis burung Merak di wadi tersebut, kemudian Jibril as. datang kepadanya dan berkata: wahai Adam angkatlah kepalamu sesungguhnya Allah telah mengampunimu, maka ia kemudian mengangkat kepalanya kemudian mengunjungi Baitul haram dan bertawaf selama seminggu dan tidaklah ia berhenti darinya melainkan sesudah ia hanyut dalam tangisannya.

Mengingat betapa ringkasnya kehidupan insan di atas muka bumi ini, menyadari betapa separuh nafas telah dihembuskan dalam rentang paruh abad kehidupan ini, tiadalah salah bila kita bersedih hati dan menitikkan air mata sesal atas segala dosa yang telah diperbuat. Semoga Allah swt. mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang dhoif dan senantiasa penuh dengan maksiat kepada-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *