Penyebaran Ideologi Gerakan Zaman Baru – (seri 12)

Data statistik yang tersedia pada saat ini tidak dapat menggambarkan secara jelas mengenai berapa banyak para anggota yang mengikuti GZB ini. Salah satu sebabnya adalah bahwa Gerakan Zaman Baru lebih nampak seperti sebuah kumpulan yang longgar dari beragam individu-individu ataupun organisasi-organisasi tanpa cela dengan tujuan-tujuan yang tidak jelas ataupun kepemimpinan yang tidak tampak jelas namun – sebagaimana dinyatakan oleh Marilyn Ferguson – kesemuanya bernafas bersama-sama secara simbiotis.

Mari kita perhatikan statistik mengenai persentase pemeluk agama-agama di dunia ini yang dikutip dari situs Adherents.com.

 

Agama-Agama Dunia Berdasarkan Jumlah Pemeluk

 

  1. Christianity: 2.1 billion
  2. Islam: 1.5 billion
  3. Secular/Nonreligious/Agnostic/Atheist: 1.1 billion
  4. Hinduism: 900 million
  5. Chinese traditional religion: 394 million
  6. Buddhism: 376 million
  7. primal-indigenous: 300 million
  8. African Traditional & Diasporic: 100 million
  9. Sikhism: 23 million
  10. Juche: 19 million
  11. Spiritism: 15 million
  12. Judaism: 14 million
  13. Baha’i: 7 million
  14. Jainism: 4.2 million
  15. Shinto: 4 million
  16. Cao Dai: 4 million
  17. Zoroastrianism: 2.6 million
  18. Tenrikyo: 2 million
  19. Neo-Paganism: 1 million
  20. Unitarian-Universalism: 800 thousand
  21. Rastafarianism: 600 thousand
  22. Scientology: 500 thousand[1]

 

Bila kita memperhatikan diagram grafik yang ditampilkan oleh situs adherents.com diatas, kita mungkin saja tertipu dengan angka-angka statistik diatas. Situs ini menyatakan bahwa agama nomor satu di dunia saat ini adalah agama Kristen dengan jumlah pemeluk 2.1 milyar orang, agama Islam dengan jumlah pemeluk 1.5 milyar, golongan Sekular/Non-Agamis/ Agnostik/ Atheist berjumlah 1.1 milyar, agama Hindu berjumlah 900 juta pemeluk, dan seterusnya. Kelompok Neo-paganisme yang nota-bene adalah kelompok New Age hanya berada di posisi ke 19 dengan jumlah pengikut 1 juta orang di seluruh dunia.

Begitu pula dengan statistik jumlah pemeluk agama di Amerika Serikat, yang memperlihatkan pola yang serupa, seakan jumlah pemeluk Zaman Baru (New Age) ini sangatlah kecil dengan angka pengikut 95,968 jiwa atau sekitar 0.03% dari seluruh populasi penduduk AS.

 

Dua Puluh Agama Teratas di Amerika Serikat, 2001
(self-identification, ARIS)[2]

Religion

1990 Est.
Adult Pop.

2001 Est.
ADULT Pop.

2004 Est.
Total Pop.

% of U.S. Pop.,
2000

% Change
1990 – 2000

Christianity

151,225,000

159,030,000

224,437,959

76.5%

+5%

Nonreligious/Secular

13,116,000

27,539,000

38,865,604

13.2%

+110%

Judaism

3,137,000

2,831,000

3,995,371

1.3%

-10%

Islam

527,000

1,104,000

1,558,068

0.5%

+109%

Buddhism

401,000

1,082,000

1,527,019

0.5%

+170%

Agnostic

1,186,000

991,000

1,398,592

0.5%

-16%

Atheist

902,000

1,272,986

0.4%

Hinduism

227,000

766,000

1,081,051

0.4%

+237%

Unitarian Universalist

502,000

629,000

887,703

0.3%

+25%

Wiccan/Pagan/Druid

307,000

433,267

0.1%

Spiritualist

116,000

163,710

0.05%

Native American Religion

47,000

103,000

145,363

0.05%

+119%

Baha’i

28,000

84,000

118,549

0.04%

+200%

New Age

20,000

68,000

95,968

0.03%

+240%

Sikhism

13,000

57,000

80,444

0.03%

+338%

Scientology

45,000

55,000

77,621

0.02%

+22%

Humanist

29,000

49,000

69,153

0.02%

+69%

Deity (Deist)

6,000

49,000

69,153

0.02%

+717%

Taoist

23,000

40,000

56,452

0.02%

+74%

Eckankar

18,000

26,000

36,694

0.01%

+44%

 

Namun yang sesungguhnya harus disadari oleh kita adalah bahwa ideologi Zaman Baru ini, sebagaimana dikatakan sebelumnya, bukanlah sebuah ideologi yang tertutup melainkan lebih merupakan sebuah aliran keagamaan yang longgar dari berbagai macam individu dari berbagai macam latar belakang agama. Alice Bailey, pendiri Zaman Baru, sendiri menyatakan secara gamblang mengenai hal ini bahwa yang terpenting bagi seorang pengikut GZB bukanlah latar belakang agamanya, melainkan keyakinannya bahwa didalam diri manusia terdapat tuhan.[3] Dengan kata lain, Alice hendak menyatakan bahwa mungkin saja orang-orang yang mengikuti agama GZB berasal dari beragam latar belakang agama, namun mereka menyimpan setidak-tidaknya sebagian dari kepercayaan kaum GZB ini. Dan pada kenyataannya bahwa banyak para pengikut GZB ini berasal dari agama-agama seperti Kristen, atau agama-agama lainnya, namun tanpa ragu-ragu mereka mempercayai setidaknya sebagian dari kepercayaan yang diyakini oleh pengikut GZB, dan di waktu yang sama tidak ragu pula untuk mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan yang berbau GZB, baik dikarenakan ketidaktahuan, kelengahan, ataupun atas kemauan mereka sendiri. Salah satu alasan mengapa anggota Jemaat Kristiani ini enggan mengakui secara terang-terangan kecenderungan Zaman Baru mereka adalah karena kekhawatiran bahwa mereka akan dicap sebagai golongan bidah atau kaum ‘heretis’ oleh para penginjil yang keras, sehingga jangankan mau mengaku sebagai pengikut GZB, mereka bahkan enggan menceritakan pengalaman mereka menggunakan berbagai macam praktek-praktek spiritual yang berbau GZB didalam ibadat dan kehidupan mereka sehari-hari. [4]

Daren Kemp, yang menulis artikel tentang interaksi Kristen dan Zaman Baru, membuat sebuah istilah Christaquarians (gabungan dari kata Christian dan Aquarians alias penganut Zaman Baru) untuk menggambarkan fenomena banyaknya pemeluk Kristen yang juga menganut kepercayaan Zaman Baru, atau pengusung Zaman Baru yang juga mengaku sebagai Kristen. Dia menyatakan bahwa terdapat banyak contoh dimana penganut Kristiani yang memeluk Kristen namun juga terbuka pada Zaman Baru, salah satu contohnya adalah penulis novel terkenal Paulo Coelho (1947), yang memeluk Katolik dan diwaktu yang sama menulis topik-topik khas Zaman Baru seperti perjalanan spiritual dan pencarian akan diri, diantara karyanya ini adalah The Alchemist (1999) dan The Zahir (2004)[5], ataupun J.K. Rowling yang menulis buku Harry Potter, sebuah buku best-seller di pasar Eropa ataupun Amerika, dua benua yang notabene mayoritas penduduknya beragama Kristen.[6] Bahkan bukti yang lebih penting ketimbang buku-buku bergaya Zaman Baru yang ditulis oleh penganut Kristiani adalah fenomena banyaknya para anggota jemaat Kristiani di tingkat akar rumput yang mempraktekkan gagasan-gagasan Zaman Baru dalam kehidupan mereka sehari-hari tanpa banyak memusingkannya. Sehingga menurutnya bukanlah fenomena aneh bila melihat jemaat Gereja yang juga mengikuti kelas-kelas yoga, menggunakan obat-obatan alternative homeopathy yang dapat dibeli di toko-toko farmasi, sesekali berkonsultasi dengan peramal kartu Tarot, mengandrungi gagasan tentang reinkarnasi ketimbang kebangkitan, atau meyakini bahwa semua jalan spiritual pada akhirnya membawa pada Tuhan yang sama. [7] Bahkan, Kemp, dengan mengutip dari penelitian John Drane (1991), menyatakan bahwa 80% dari para penganut Zaman Baru adalah mantan penganut Kristen, yang kecewa dengan gaya agama Kristen yang tampak mekanistik dan terlalu menyederhanakan persoalan.[8]

Hal ini persis sebagaimana yang terjadi di bumi Indonesia, dimana banyak diantara umat muslim yang sadar atau tidak sadar mensisipkan kepercayaan kaum GZB kedalam kepercayaan asli mereka ataupun menggunakan jasa kaum GZB untuk berbagai keperluan mereka, baik konsultasi ataupun sekedar mendengarkan ceramah mereka. Contoh sederhananya adalah mempercayai zodiak atau horoskop yang dipandang bisa meramalkan sifat seseorang, jodoh, rezeki dan lain sebagainya, mempraktekkan meditasi dengan berbagai macam alasan, mengikuti kelas-kelas yoga, dan lain sebagainya.


[1] Adherents.com, Religions by Adherents, link: http://www.adherents.com/Religions_By_Adherents.html

[3] Discipleship in the New Age, vol. I. Bagian pengantar.

[4] Kemp, Daren, Christians and New Age, didalam: Kemp, Daren, and Lewis, James R. (eds.), Handbook of New Age, (Leiden-Boston: Brill, 2007), hal. 468.

[5] Idem, hal. 465.

[6] Idem, hal 459.

[7] Idem, hal. 465-466.

[8] Idem, hal. 467.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *