Presiden Turki Erdogan beroleh anugerah Gelar Doktor Kehormatan dari Qatar University

 

Disela-sela kunjungan diplomatik Presiden Turki Recep Tayip Erdogan dan rombongan di Doha, Qatar, Erdogan berkesempatan memenuhi undangan Universitas Qatar (QU) pada 2 Desember 2015 pukul 4.45 sore waktu Qatar untuk menyampaikan sambutan dan orasi di tengah-tengah civitas akademika di kampus negeri tertua di negara teluk ini. Dari sms undangan yang diterima dari QU, disebutkan bahwa terdapat permintaan yang sangat besar dari para mahasiswa dan civitas akademika kampus QU untuk menghadirkan sosok presiden Turki yang akhir-akhir ini sangat disegani oleh masyarakat dunia internasional dan regional, khususnya lagi setelah kasus penembakan pesawat Rusia yang ditengarai melanggar batas udara kedaulatan Turki.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah menteri, Duta Besar Turki untuk Qatar Yang Mulia Ahmet Demirok, dewan pimpinan Universitas Qatar, pejabat kedutaan besar Turki utk Qatar, perwakilan media lokal dan internasional, dan civitas akademika QU yang mencakup para dosen, staf dan mahasiswa.

Dalam kesempatan ini, Qatar University menganugerahkan doktor kehormatan pertama untuk Erdogan dalam sebuah upacara khusus di universitas negeri tersebut.

Presiden Qatar University, Dr. Hassan Rashid al Derham dalam kesempatan tersebut mengatakan, “Seiring dengan meningkatnya hubungan Qatar-Turki di bidang ekonomi secara signifikan, kunjungan kali ini akan meningkatkan lebih jauh kerjasama kedua negara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.”

 

Al Derham lebih lanjut menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk Qatar, dan ia juga menyoroti komitmen negara Qatar untuk mengerahkan investasi besar-besaran dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas, penelitian yang inovatif, pelayanan kesehatan terbaik dan peluang karir yang dapat memberdayakan generasi muda agar dapat menjadi pembawa perubahan positif menuju Qatar Visi Nasional 2030.

 

Berbicara kepada Presiden Turki Erdogan dalam kaitan dengan kunjungannya, Dr Al Derham mengatakan, “sebagai universitas nasional, QU memainkan peran penting dalam membina pengetahuan, mengembangkan bakat, dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan sebagai prioritas utama. Pertemuan mahasiswa dengan teladan kepemimpinan kontemporer akan menginspirasi mereka dalam mengukir kehidupan pribadi mereka dalam kehidupan. Dalam hal ini, kunjungan Anda hari ini memiliki arti khusus bagi universitas kami.”

 

11112fda

Foto: Presiden Qatar University Dr Hassan Rashid al Derham dan Presiden Turki Recep Tayip Erdogan dalam seragam khas wisudawan di Hall Ibn Khaldun, Universitas Qatar, Doha, Qatar. Sumber Foto: Kantor Kepresidenan Turki.

 

Melalui situs resmi kepresidenan Turki, Erdogan berterima kasih secara khusus kepada Amir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani atas keramahannya dan anugerah Doktor Kehormatan dari Universitas Qatar. Erdogan menyatakan bahwa Turki dan Qatar berbagi hubungan yang sangat baik yang berakar dari kuatnya hubungan sejarah mereka. “Saya bahagia bahwa hubungan antar negara dan rakyat kita semakin hari semakin menunjukkan kemakmuran,” tutur Erdogan.

 

Mengenai stabilitas politik Turki dan Qatar, Erdogan membanggakan Qatar yang mampu membangun keunikannya tersendiri dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Kepada para mahasiswa Erdogan mengatakan: “Saya percaya bahwa kita menuju masa depan yang lebih cemerlang dan semua ini berkat kontribusi anda, para pemuda.”

 

 

Kesepahaman dalam Kerjasama Pendidikan 

Pertemuan Diplomatik antara Amir Qatar Syekh dan Presiden Turki Erdogan telah menelurkan sebuah kesepakatan didalam bidang pendidikan dan kebudayaan untuk mendirikan sebuah universitas bersama Qatar-Turki sebagaimana dilansir oleh Gulf Times. Sebagaimana yang diketahui bahwa Turki dibawah Presiden Erdogan telah melakukan pembangunan besar-besaran dalam sektor pendidikan yang disaksikan dengan pendirian universitas-universitas baru diseantero Turki. Qatar sendiri, dibawah reformasi oleh Syekh Hamad Bin Khalifa Al-Thani, Amir Qatar sebelumnya, menyaksikan pembangunan besar-besaran di bidang pendidikan dan penelitian dengan didirikannya Qatar Foundation for Education, Science and Community Development di tahun 1995, sebuah institusi nirlaba yang mungkin memiliki aset terbesar di dunia.

 

Selain itu, diberitakan juga bahwa pimpinan QU juga berinisiatif membuka sebuah departemen kajian Turki (Turkology) di Universitas Qatar, Presiden Erdogan mengundang para pemuda Qatar: “Saya menyarankan kita dapat mengambil langkah maju yakni dengan belajar bahasa dan budaya Turki dengan langsung tinggal di Turki, ” seraya mengundang mereka untuk belajar di Turki. Erdogan menyatakan bahwa semua instansi dan universitas terkait di Turki siap untuk memberikan semua dukungan dalam hal ini.

 

Orasi Presiden Erdogan tentang Konflik dengan Rusia

 

Di sela-sela upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan di Qatar University, Presiden Turki juga berorasi tentang isu-isu politik yang mempengaruhi stabilitas regional, dengan fokus pada masalah Palestina, Suriah dan sengketa yang masih hangat dengan Rusia.

Erdogan dalam kesempatan ini menekankan bahwa “Turki dan Qatar berbagi hubungan unik dalam perjuangan bersama melawan teror. Saya ingin menyampaikan rasa bahagia atas adanya hubungan ini. ”

 

Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani, Amir Qatar dan pemimpin Teluk termuda, dalam kaitan dengan hal ini menambahkan bahwa:

“Kita semua peduli dengan perang melawan terorisme, akan tetapi kita harus mencari sebab utama munculnya kelompok teroris, kita semua setuju bahwa alasan utamanya adalah adanya rezim pemerintahan yang represif di kawasan,” sebagaimana dilaporkan oleh Qatar News Agency (QNA).

Pada kesempatan ini juga, Presiden Erdogan juga menyinggung jatuhnya sebuah pesawat perang Rusia yang melanggar wilayah udara Turki. Mengenai insiden itu Erdogan menyatakan bahwa dua pesawat tempur yang tidak dikenal terus mendekati Turki meskipun telah diberikan 10 peringatan dalam 5 menit. Salah satu dari pesawat tempur itu kembali bertolak menuju ke Suriah sementara pesawat yang lainnya berhasil ditembak jatuh di dalam wilayah udara Turki oleh Pesawat Tempur F-16 Turki yang berpatroli di kawasan tersebut.

zdopasdfasdfasdf

Presiden mengatakan: “Setelah insiden itu terjadi, barulah dipastikan bahwa pesawat itu adalah milik Rusia. Turki selalu berada dalam sikap yang jelas bahwa ia tidak akan pernah mentolerir setiap ancaman terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara. Tahun lalu, wilayah udara kami dilanggar selama 15 menit di atas Laut Hitam. Kami memperingatkan mereka setelah pelanggaran pertama. Saya secara pribadi menelepon dan berbicara dengan mereka. Mereka mengatakan ‘Mungkin ada kelalaian atau kesalahan. “Kami berbicara tentang hal ini dengan Tuan Putin selama KTT G20. Dia mengambil pendekatan yang berbeda. Dia mengatakan hal itu tidak akan terjadi lagi. Saya katakana ‘Itu telah terjadi untuk kedua kalinya’. Dia mengatakan “Saya tidak tahu tentang hal itu dan ia berpaling kepada teman-temannya dan memperingatkan mereka.

Insiden ini berlangsung setelah KTT G20. Adalah mustahil untuk memahami hal ini. Setiap negara, setiap bangsa, terlepas dari besarnya kekuatannya, harus tetap menghormati bangsa-bangsa lainnya dan tidak boleh merusak kehormatan mereka. Selain itu, kami memiliki kerjasama strategis. Kami memiliki hubungan yang demikian dekat. Apa yang sedang Anda kerjakan dengan Assad yang keji dan pembantai, yang telah menewaskan sekitar 400 ribu orang di Suriah? Kami meyakini bahwa menyetujui kezaliman adalah kezaliman itu sendiri. Ada kezaliman di sini. Jika Anda bekerjasama dengan mereka, maka Anda bagian dari mereka. Sayangnya, mereka mengabaikan peringatan kami dan kejadian ini terjadi. ”

Sumber: dari berbagai sumber.

Ady C. Effendy, MA,

Sekjen Indonesian Muslim Society in Qatar

Kandidat Doktor dan Pemerhati masalah dunia Islam, berdomisili di Doha, Qatar

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *