Presiden Turki Erdogan dan Amir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani mengadakan Rapat Panel Strategis untuk Membahas Kerjasama Bilateral antar Dua Negara di sela-sela Lawatan Diplomatik Presiden Turki di Doha 1-2 Desember 2015

 

11111111

Amir Qatar, dan Presiden Erdogan dalam rapat panel strategis bersama antar dua negara pada 2 Desember 2015. Sumber foto: Gulf-Times.

 

Yang Mulia Amir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al-Thani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Tayipp mengadakan pertemuan pertama dalam sebuah Komite Strategis Kerjasama Qatar-Turki di Kantor Istana Negara Qatar (Dewan Emiri) pada 2 Desember 2015.

 

Selain itu, pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara seperti Wakil Amir Syekh Abdullah bin Hamad al-Thani, Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Syekh Abdullah bin Nasser bin Khalifa al-Thani dan beberapa menteri juga menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan itu dihadiri oleh anggota delegasi yang menyertai Presiden Turki.

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara Qatar dan Turki dan meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Pertemuan ini juga membahas sejumlah isu penting dalam lingkup regional dan internasional, terutama masalah Palestina dan situasi di Suriah.

Setelah pertemuan tersebut, Emir dan Presiden Turki menyaksikan penandatanganan sejumlah protokol, perjanjian dan nota kesepahaman antara kedua negara.

Sebuah protokol kerjasama di bidang pelatihan dan pendidikan antara kementerian dalam negeri kedua negara dan kerjasama antara Angkatan Keamanan Dalam Negeri(Lekhwiya) dan Komando Turki (Gendarmerie) ditandatangani bersama dengan perjanjian kerjasama di bidang pengembangan manajemen keuangan publik. Turki selain itu juga akan membangun pangkalan militer di Qatar, yang menjadi sebuah langkah bersejarah pertama yang belum terjadi sebelumnya di kawasan Teluk Arab. Kedua negara dengan demikian dapat mengerahkan kekuatan militer bersama, mengadakan pelatihan militer bersama dan membangun industri pertahanan bersama. Kedua negara juga akan membuka Bandar udara, dan Bandar laut kedua negara bagi militer kedua negara. Pangkalan militer di Qatar ini diproyeksikan akan ditempati oleh tidak kurang 3000-5000 tentara dan mencakup pasukan angkatan darat, laut dan udara Turki serta pasukan komando khusus negara tersebut.

Selain itu, sebuah nota kesepahaman di bidang pendidikan, nota kesepahaman di bidang lingkungan, perjanjian transportasi maritim, nota kesepahaman dalam pengakuan sertifikat nasional bagi mereka yang bekerja di sektor maritime dan protokol kerjasama di bidang kearsipan antara kedua negara ditandatangai dalam kesempatan ini.

Kedua belah pihak juga menandatangani nota kesepahaman antara Qatar Development Bank (QDB) dan Bank Impor-Ekspor Turki, nota kesepahaman antara QDB dan Bank Pembangunan Turki, dan nota kesepahaman antara QDB dan Bank Eksi Turki di dalam bidang bisnis.

Kesepakatan dalam proyek menengah dan kecil juga ditandatangani selain nota kesepahaman tentang kerjasama di bidang gas alam antara Qatar Petroleum (QP) dan Perusahaan Migas Turki (BOTAS), sebuah protokol kerjasama di bidang pers dan informasi, draft protokol kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antara Qatar Foundation untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat (QF) dan Komite Penelitian Ilmiah dan Teknologi Turki.

za135

Amir Qatar Syekh Tamim dan Presiden Turki Erdogan di sela-sela pertemuan. Sumber foto: Anadolu News Agency.

Bagi warganegara kedua negara, kerjasama yang paling ‘membahagiakan’ mungkin adalah kerjasama bebas visa untuk kunjungan ke kedua belah negara. Erdogan dikutip menyatakan terima kasihnya secara khusus untuk hal ini: “Warga dari kedua negarasekarang dapat berpergian dengan mudah. Ini adalah sebuah kesepakatan pada menit-menit akhir pertemuan dan saya sangat berterima kasih kepada saudara baik saya Syekh Tamim untuk hal ini.”

 

Sebelumnya pada saat ketibaan di Istana Negara Qatar (Diwan Emiri), Presiden Erdogan memperoleh sambutan resmi dari Amir Qatar. Amir Qatar secara khusus mengadakan perjamuan makan siang untuk menghormati Presiden Erdogan dan delegasi yang menyertainya.

Turut hadir dalam jamuan ini adalah Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Qatar Syekh Abdullah bin Nasser bin Khalifa al-Thani bersama dengan Juru Bicara Majelis Pertimbangan Qatar Mohamed bin Mubarak al-Khulaifi dan beberapa Syaikh, menteri dan pengusaha.

Presiden Erdogan bertolak meninggalkan Doha setelah melakukan kunjungan resmi kenegaraan selama dua hari ke Qatar. Keberangkatannya di Bandara Internasional Hamad disaksikan secara resmi oleh Menteri Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Dr Hamad bin Abdul Aziz al-Kuwari, dan duta besar dari Turki untuk Qatar Ahmet Demirok.

 

11111111111111112

Amir Qatar Syekh Tamim dan Presiden Turki Erdogan di sela-sela pertemuan. Sumber foto: Qatar News Agency

Puluhan nota kerjasama strategis antar dua negara ini membangkitkan optimisme bahwa negara-negara Muslim dapat meningkatkan kerjasama antar-negara yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Kecekatan Pemerintah Indonesia dalam melihat peluang kerjasama dengan negara-negara mayoritas muslim di kawasan regional dan internasional juga dinantikan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini mengingat sangat kurangnya kerjasama erat antar sesama negara Muslim dan negara Indonesia khususnya, padahal terdapat banyak potensi yang dapat dimaksimalkan oleh negara-negara dengan mayoritas masyarakat Muslim.

 

Oleh: Ady C. Effendy, MA

(Kandidat Doktor & Pemerhati dunia Islam, berdomisili di Doha, Qatar)

Sumber: Gulf-Times, Qatar News Agency dan Dohanews.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *