Sebab-Sebab Tersebarnya Gerakan Zaman Baru – (seri 07)

Menurut Randall sekarang ini telah terjadi perluasan dari pengikut atau anggota dari Gerakan Zaman Baru. Kalau dahulu mungkin para anggota GZB dapat dikelompokkan kepada golongan magis, seperti para ‘guru’, kaum ‘hippies’,  penyihir, cenayang atau pembaca pikiran, ‘perantara’, peramal, dan berbagai profesi sejenisnya. Namun, sekarang ini, para anggota ataupun pengguna ‘produk-produk’ GZB bisa berasal dari bermacam-macam profesi kehidupan seperti guru, pustakawan, akuntan, ilmuwan atau peneliti, jutawan, pengacara, artis dan selebriti, sopir taksi, karyawan, pejabat, pakar psikologi, dokter, pakar pendidikan dan profesi-profesi lainnya.[1] Mereka, terlepas dari perbedaan yang ada, memiliki titik kesamaan tertentu yang membuat mereka mau mencoba ataupun menggunakan produk-produk doping-‘spiritual’, ’emosional’ ataupun ‘intelektual’ ini yakni keinginan atau ambisi untuk mencapai aktualisasi-diri dan ‘kemajuan’ emosional-spiritual. Adalah cukup sulit memang untuk memastikan bentuk pelatihan-pelatihan yang merupakan bagian dari GZB, tetapi satu ciri utama yang dapat dipegang untuk mengenali GZB adalah misi pelatihan mereka yang mengeksplorasi dan mentransformasikan diri[2] individu serta meyakinkan diri individu untuk merasa bahwa mereka serba-bisa melakukan apapun dan tidak ada batasan bagi kemampuan insani mereka. Hal ini tidak lain didasarkan pada keyakinan kaum GZB bahwa manusia adalah tuhan itu sendiri atau tuhan itu ada dalam diri manusia.

Kelompok orang-orang yang tertarik dengan GZB, kemudian menjadi pengguna produk-produknya ataupun bahkan menjadi pemeluk dan penyebar GZB dapat digolongkan dalam kategori-kategori berikut ini.

1)          kaum muda yang cenderung memiliki karakter memberontak terhadap kemapanan sosial-budaya dimana ia tumbuh dan berkembang. Karakter ini membuat kelompok kaum muda ini terdorong mencari hal-hal baru yang dapat menggantikan kejenuhan mereka akan kehidupan mapan dibawah aturan sosial-budaya yang membosankan.

2)          Individu-individu dalam masyarakat yang dihadapkan pada persoalan lalu berusaha mencari solusi bagi persoalan kehidupannya sehari-hari atau yang mengejar tantangan lebih dalam kehidupan. Tantangan ataupun problematika yang dihadapi bisa berupa stress, tekanan psikologis, masalah komunikasi antar-pribadi, ketidakpuasan seksual, obesitas, dan bermacam persoalan keseharian yang tanpa disadari dapat terhubungkan dengan ide-ide, solusi-solusi, dan teknik-teknik ala GZB.

3)          Kelompok orang-orang yang memang memiliki orang tua atau jalur keturunan yang secara tradisi menguasai dan mempraktekkan ilmu-ilmu ‘sihir’, pemujaan ‘setan’, ataupun dekat dengan hal-hal ‘gaib’ atau metafisik. Bahkan kelompok ini mungkin telah mengusung ajaran setan ini secara turun-temurun dari generasi-ke-generasi.

4)          Mereka yang berpaling dari agama disebabkan oleh permasalahan pribadi yang menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada Tuhan, ketidaktahuan atau kebodohan tentang agama tersebut, beragama ‘model KTP’ saja atau beragama karena ‘keturunan’, atau pemeluk agama yang ahli maksiat dan lengah terhadap perangkap setan.

5)          Golongan orang-orang (khususnya ‘ABG’) yang suka membebek, mengekor ataupun mengikut mode, trend atau fashion, senang mencoba hal baru atau petualangan baru atau yang mudah ‘mabuk’ atau ‘lupa daratan’ dengan hal-hal yang terasa nikmat.

6)          Generasi muda yang sedang mencari-cari jati-diri, anti terhadap otoritas, senang mencoba hal baru dan mencoba mencari ‘kebenaran’ dengan menempuh beragam jalan.

7)          Kelompok orang pengangguran yang memiliki banyak waktu kosong dan mencoba mencari kesuksesan dan kekayaan instant dengan mengikuti berbagai ‘menu hidangan’ dari GZB.

8)          Kelompok orang-orang kesepian yang melibatkan diri dengan organisasi setan guna mencari teman atau perasaan diterima.

9)          Kelompok orang yang memang tergolong memiliki gangguan rohaniah, psikis, ataupun fisik dan mencoba mencari pengobatan-pengobatan alternatif yang diiklankan menyediakan penyembuhan, dan pengobatan.

10)      Kelompok orang yang berambisi merubah diri pribadi, orang lain ataupun dunia karena merasakan kekurangan pada kemampuan pribadinya untuk berbicara, memikat orang, memasarkan produk dan lain sebagainya. Dan GZB memang memproduksi berbagai layanan menarik bagi setiap sisi kelemahan atau kekurangan pada diri manusia. [3]

 

Melihat luasnya lingkup model-model orang yang tertarik dan bersentuan dengan atau disasar oleh GZB diatas, kita dapat mengetahui bahwa GZB memang memiliki perencanaan dan organisasi yang sangat matang. Mereka mengarahkan panah-panah setannya ke seluruh model manusia dari manusia dengan kondisi intelektual, emosional dan spiritual terendah hingga kepada mereka yang memiliki kondisi terbaik dan tertinggi, juga mencakup seluruh profesi kehidupan serta seluruh tingkatan generasi dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang-orang tua. Pola-pola aktivitas ataupun produk-produk yang dimainkan, diusung dan ditawarkan oleh kaum GZB ini pun menjauhi nilai-nilai baku tertentu, melainkan mereka berusaha menjadi kelompok yang serba-lepas, serba-terbuka, serba-longgar sehingga dapat merekrut semua orang dari berbagai latar belakang kehidupan. [4]

Sesudah pengenalan awal tentang aktivitas dan realitas tentang GZB ini, di halaman-halaman selanjutnya, penulis akan masuk lebih mendalam kepada unsur-unsur kepercayaan dan falsafah yang dipegang oleh kaum GZB guna memberikan gambaran komprehensif tentang ajaran setan kuno yang berkedok modern ini.


[1] Inside the New Age Nightmare, hal. 92.

[2] Pike, Sarah M., New Age and Neo-Pagan Religions in America, (New York: Columbia University Press, 2004), hal. 14.

[3] Inside the New Age Nightmare, hal. 92-93.

[4] New Age and Neo Pagan Religions in America, lihat bagian Pendahuluan, hal. 14.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *